Google Search

Sunday, June 9, 2013

BENCANA TANAH LONGSOR DI KERINCI

By Haryanto
10.11.4221
S1-Ti-08



1.1 Latar Belakang
Bencana tanah longsor memang sudah sering terjadi apa lagi waktu musim hujan datang. Bagi orang-orang yang tinggal di pegunungan harus berhati-hati kalau musim hujan datang. Bencana alam apa pun bentuknya memang tidak diinginkan bagi setiap orang. Sayangnya kejadian pun terus saja terjadi. Berbagai usaha tidak jarang dianggap maksimal tetapi kenyataan sering tidak terelakkan. Masih untung bagi kita yang mengagungkan Tuhan sehingga segala kehendak-Nya bisa dimengerti, meski itu berarti derita. Banyak masalah yang berkaitan dengan bencana longsor. Kehilangan dan kerusakan termasuk yang paling sering harus dialami bersama datangnya bencana itu. Harta benda dan manusia terpaksa harus direlakan, dan itu semua bukan masalah yang mudah. Dalam arti mudah difahami dan mudah diterima oleh mereka yang mengalami. Bayangkan saja harta yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dipelihara bertahun-tahun lenyap seketika.
1.2 Pembahasan
Enam desa di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi dilaporkan terisolasi akibat bencana longsor di daerah itu sejak tiga hari terakhir. "Titik longsor menyebar di enam kecamatan. Yang terisolir (terisolasi, red.) ada enam desa," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Darifus, saat dihubungi di Sungaipenuh, ibu kota Kabupaten Kerinci.Enam kecamatan yang dilanda longsor itu, di antaranya Kecamatan Air Hangat Timur, Siulak Bukai, Siulak, Batang Merangin, Bukit Kerman, dan Keliling Danau. Sementara itu, enam desa yang terisolasi, yaitu Desa Sungai Kuning, Lubuk Tabun, Pasir Jaya, Pungut Mudik, Pungut Tengah, dan Pungut Hilir. "Sampai saat ini, kami masih melakukan pembersihan material longsor. Memang sedikit kewalahan karena kami kekurangan alat berat di lapangan". Darifus menjelaskan bahwa di enam desa yang terisolasi itu sedikitnya ada 3.000 kepala keluarga yang tinggal di daerah itu. Sebagian besar, warganya adalah petani sehingga sejak tiga hari ini petani kesulitan menjual hasil pertaniannya. Lebih lanjut dia mengatakan, meski terisolasi, enam desa tersebut diakuinya belum membutuhkan bantuan logistik karena masih mencukupi. "Sampai saat ini, petugas kami siagakan di titik-titik lokasi dan rawan longsor, mengingat hujan masih terjadi dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan”. Berdasarkan data sementara BPBD Kerinci, titik longsor di enam kecamatan itu sebanyak 17 titik. Sementara itu, titik longsor paling banyak ada di Kecamatan Air Hangat Timur dan Siulak Bukai yang mencapai 10 titik. Atas bencana itu, Darifus mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi, mengingat hanya ada satu alat berat yang ada untuk membersihkan material longsor di belasan titik lokasi. "Apalagi jarak antara satu kecamatan dan kecamatan lainnya jauh. Ini menjadikan penanganannya lambat karena kekurangan alat berat”. Kabupaten Kerinci merupakan salah satu daerah pegunungan di Provinsi Jambi. Kondisi itu menyebabkan daerah ini menjadi daerah paling rawan bencana provinsi itui. Hampir setiap musim hujan tiba, kerap terjadi longsor. Belum lama ini, jalur lintas Kota Jambi menuju Sungai Penuh, Kerinci sempat terputus hingga 10 jam lebih akibat longsor di Kecamatan Muara Imat.



1.3 Faktor Penyebab Tanah Longsor
1 Hujan
Ancaman tanah longsor biasanya dimulai pada bulan November seiring meningkatnya intensitas hujan. Musim kering yang panjang akan menyebabkan terjadinya penguapan air di permukaan tanah dalam jumlah besar. Muncul-lah pori-pori atau rongga tanah, kemudian terjadi retakan dan rekahan tanah di permukaan. Pada saat hujan, air akan menyusup ke bagian yang retak. Tanah pun dengan cepat mengembang kembali. Pada awal musim hujan, kandungan air pada tanah menjadi jenuh dalam waktu singkat. Hujan lebat pada awal musim dapat menimbulkan longsor karena melalui tanah yang merekah itulah, air akan masuk dan terakumulasi di bagian dasar lereng, sehingga menimbulkan gerakan lateral. Apabila ada pepohonan di permukaan, pelongsoran dapat dicegah karena air akan diserap oleh tumbuhan. Akar tumbuhan juga berfungsi sebagai pengikat tanah.
2 Lereng terjal
Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.
3 Tanah yang kurang padat dan tebal
Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 meter dan sudut lereng > 220. Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor, terutama bila terjadi hujan. Selain itu, jenis tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek jika terkena air dan pecah jika udara terlalu panas.
4 Batuan yang kurang kuat
Pada umumnya, batuan endapan gunungapi dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung kurang kuat. Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah jika mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor apabila terdapat pada lereng yang terjal.
5 Jenis tata lahan
Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal. Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor. Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.


6 Adanya beban tambahan
Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah. Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.
7 Pengikisan/erosi
Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing. Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.
8 Penggundulan hutan
Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang.
1.4 Cara mengatasi/mencegah tanah longsor
1.      Menjaga kelestarian hutan.
2.      Membuat dreynase.
3.      Menutup retakan dengan tanah lempung.
4.      Tidak menebang hutan di lereng.

5.      Tidak membuat lahan pertanian baru atau kolam

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates